Skip to main content

Posts

Sri Mulyani : Indonesia Bebas Hutang? Mungkinkah?

Halooo Young Economists! Kalian sempet berfikir ga sih kalau sejatinya Ilmu Ekonomi itu adalah ilmu yang rumit? Banyak orang-orang yang gue kenal (termasuk keluarga) sampai dubbernya Kokbisa (youtube channel) pernah bilang kalau ekonomi itu adalah ilmu yang rumit. Mengapa demikian? Oke, jadi pertanyaan diatas buat teka teki aja kali ya hahaha karena disini gue ga akan bahas tentang itu, yang mau gue bahas disini adalah tentang speech nya bu Sri Mulyani waktu itu lewat akun ig Kemenkeu nya Ini linknya : https://www.instagram.com/p/BXxYj7IlhOl Kalau kalian sudah pernah buka videonya, berarti tinggal nyimak aja nih. Kalau ada diantara kalian yang belum sempet buat nge-check, silakan itung2 ilmu gratis kan. Jadi gini, di video itu dijelaskan mengenai masalah “Tax to GDP Ratio di Indonesia”. Yang masih dibilang kecil dibandingkan dengan Negara sekitar kita (Malaysia dan Thaiand). Sebenernya apasih itu Tax to GDP Ratio? Tax to GDP Ratio merupakan rasio jumlah pajak (yang ...

Ketika Harapan Memadukan Perspektif Menjadi Sebuah Obsesi

Holla Young Economists! Apa kabar kalian? *admin harap sih baik-baik aja ya, hehehe Perkenalkan, saya killjoys99 (dibaca: ninety nine ) mau sedikit share nih sebagai pengantar awal aja, atau bisa juga dikatakan ini sebagai penanda dari resurrection of Jazirah Ekonomi. Jadi maaf ya, kita ngga akan bahas per-ekonomi-an dulu. But don’t worry, in the next post we’ll be back to report you about economics, because here “anything economics”. Okedeh daripada lama, silahkan disimak! Jazirah Ekonomi didirikan oleh enam orang mahasiswa angkatan 2016 yang berada di jurusan yang sama yaitu Ekonomi Pembangunan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ada saya, MF45RI, Admin RT, Alfatih, Kenthu_Ya, dan yang terakhir Cungkrang (sesuai dengan urutan dari kiri ke kanan pada foto diatas). Awal mulanya, kami berenam hanya sebatas teman kuliah. Namun dengan tumpukan tugas yang “lumayan”, kami jadi sering bertemu untuk diskusi & belajar –sambil bercanda juga tentunya. Nah, ...

Merumuskan Fiqh Zakat on SDGs

Assalamualaikum, sahabat! Pekan lalu, Rabu, 26 Juli 2017, saya dan teman teman dari departemen SHINE FSI FEB UI berkesempatan untuk menghadiri diskusi yang diadakan Kementerian Agama RI, bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan lembaga Filantropi Indonesia yang bertemakan "Merumuskan Fiqh Zakat on SDGs" di Auditorium M. H. Rasjidi, Kementerian Agama RI. Forum yang dimoderatori oleh Bapak Arifin Purwakananta selaku Direktur BAZNAS dibuka dengan pemaparan dari Ibu Susanty Sitorus mewakili lembaga Filantropi Indonesia yang menyatakan bahwa Sustainable Development Goals pada dasarnya memiliki 3 prinsip yaitu:  1. Universal 2. Integrated 3. No one left behind Prinsip-prinsip ini terkait erat dengan prinsip zakat yang wajib dilakukan oleh umat Islam. Jadi pada dasarnya, apabila zakat dimaksimalkan maka zakat dapat menjadi salah satu cara untuk mencapai SDGs dalam jangka panjang. Bapak K.H. Masdar F. Mas'udi, anggota BAZNAS mengata...

Re-denominasi? Siapa takut?

Baru-baru ini kalian mungkin sudah mendengar kabar di berbagai media massa bahwasanya Negara kita tercinta (Indonesia) akan melakukan perubahan terhadap nilai mata uang. Perubahan terhadap nilai mata uang ini yang kita sebut re-denominasi. Apasih itu Re-denominasi? Buat kalian yang baru pertama kali baca tulisan ini atau bahkan baru detik ini mendengar kata itu yuk disimak baik-baik. Re-denominasi merupakan   penyederhanaan nilai mata uang menjadi lebih kecil (sedikit) tanpa mengubah nilai tukar dari uang tersebut (BI, 2017). Tapi tahukah kalian? Sejatinya Bank Indonesia telah menggagas wacana penyederhanaan rupiah ini sejak tahun 2010, lantas mengapa sampai saat ini berita tersebut masih sebatas wacana? Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo sebelumnya berujar redenominasi siap dilakukan karena kondisi perekonomian yang membaik. Dia mengatakan dibutuhkan waktu transisi sekitar tujuh hingga delapan tahun untuk bisa mengimplementasikannya secara keseluruhan. "Kal...

Third-degree Discrimination

Salam Ekonomuda! Yo lagi-lagi kita mau ngasih sedikit tulisan tentang teori-teori ekonomi nih. Meskipun penulis tahu bahwasanya penulisan ini masih jauh dari kata sempurna, maka dari itu kritik serta saran kalian akan membantu melengkapi tulisan ini dan kita sama-sama berdakwah In syaaAllah .. Jadi seperti yang telah kita sepakati bersama beberapa hari yang mengenai salah satu soal kurva dan mayoritas dari kalian kebanyakan memberikan emot “sad” yang bermakna “bahas langsung aja min” wkwk. Well untungnya gue agak peka jadi yaa your command is my honour. Tanpa basa-basi lagi disini kita mau ngejelasin soal kurva “Third-degree Discrimination” atau bahasa lainya “Diskriminasi Derajat Ketiga”. Jadi, ceritanya gini .. disuatu ketika munculah peri cantik nan kecil hidup di tepi sungai mencari ……. Eh salah-salah wkwk oke jadi gini kisah sebenernya : Sebenernya dari kondisi ekstrim pasar, baik itu ekstrim kiri (PPS) dan ekstrim kanan (Monopoli) Keduanya memiliki beberapa masa...